Tentangmu yang memilih pergi
Hey Kauu,,iyaa kau,,
Kau Wanita manja yang berhasil menyita waktu,hati dan pikiranku,
apakah kau mengetahui akan kebiasaanku sejak dulu?
suatu hal yang sampai saat ini kulakukan tanpa pengetahuanmu
saat ku rindu,saat ku sedih,dan saat ku bahagia karena dirimu
tanganku menari dan melukis akan tiada henti
yang tentangmu,dan tentang kita
Hey Kau,,
Wanita sholeh sederhana yang dulu begitu ku agungkan keberadaanmu
apa kau menyadari akan rasaku terhadapmu?
saat ku biarkan kau bahagia dengan yang lain
ku hanya diam,melihat status hubunganmu di facebook
melihat candaa dan tawamu dengan dirinyaa
setiap menit,setiap detik selalu ku baca statusmu
semua hanya untukmu,untuk tahu tentang dirimu
Hey Kau
Apa kau sadar akan rasa ini?
walau slalu ku pendam dalam hati
berharap kau akan mengerti
tapi semua tak lebih hanya sebuah mimpi
saat kau cerita kau akan di nikahi
dan untukmu,
kau akan tetap menjadi yang terbaik dalam hariku
memberikanku sebuah arti mencintai dan harus berakhir dengan tanpa memiliki
membuatku harus mengerti tentang hakekat sebuah arti dan kesepian di tinggal pergi
oleh jiwa yang sungguh sangat berarti
By:Bulan
Jatuh cinta pada pandangan pertama?
Jatuh cinta pada pandangan pertama itu biasa, tetapi masihkah engkau jatuh cinta pada pandangan ke sepuluh ribu dan seterusnya?
by.naviku.com
Untuk Melatiku
Melati tak pernah berdusta dengan apa yang ditampilkannya. Ia tak memiliki warna dibalik warna putihnya. Ia juga tak pernah menyimpan warna lain untuk berbagai keadaannya, apapun kondisinya, panas, hujan, terik ataupun badai yang datang ia tetap putih. Kemanapun dan dimanapun ditemukan, melati selalu putih. Putih, bersih, indah berseri di taman yang asri. Pada debu ia tak marah, meski jutaan butir menghinggapinya. Pada angin ia menyapa, berharap sepoinya membawa serta debu-debu itu agar ianya tetap putih berseri. Karenanya, melati ikut bergoyang saat hembusan angin menerpa. Kekanan ia ikut, ke kiri iapun ikut. Namun ia tetap teguh pada pendiriannya, karena kemanapun ia mengikuti arah angin, ia akan segera kembali pada tangkainya. Pada hujan ia menangis,agar tak terlihat matanya meneteskan air diantara ribuan air yang menghujani tubuhnya. Agar siapapun tak pernah melihatnya bersedih, karena saat hujan berhenti menyirami, bersamaan itu pula air dari sudut matanya yang bening itu tak lagi menetes. Sesungguhnya, ia senantiasa berharap hujan kan selalu datang, karena hanya hujan yang mau memahami setiap tetes air matanya. Bersama hujan ia bisa menangis sekeras-kerasnya, untuk mengadu, saling menumpahkan air mata dan merasakan setiap kegetiran. Karena juga, hanya hujan yang selama ini berempati terhadap semua rasa dan asanya. Tetapi, pada hujan juga ia mendapati keteduhan, dengan airnya yang sejuk. Pada tangkai ia bersandar, agar tetap meneguhkan kedudukannya, memeluk erat setiap sayapnya, memberikan kekuatan dalam menjalani kewajibannya, menserikan alam. Agar kelak, apapun cobaan yang datang, ia dengan sabar dan suka cita merasai, bahkan menikmatinya sebagai bagian dari cinta dan kasih Sang Pencipta. Bukankah tak ada cinta tanpa pengorbanan? Adakah kasih sayang tanpa cobaan? Pada dedaunan ia berkaca, semoga tak merubah warna hijaunya. Karena dengan hijau daun itu, ia tetap sadar sebagai melati harus tetap berwarna putih. Jika daun itu tak lagi hijau, atau luruh oleh waktu, kepada siapa ia harus meminta koreksi atas cela dan noda yang seringkali membuatnya tak lagi putih? Pada bunga lain ia bersahabat. Bersama bahu membahu menserikan alam, tak ada persaingan, tak ada perlombaan menjadi yang tercantik, karena masing-masing memahami tugas dan peranannya. Tak pernah melati iri menjadi mawar, dahlia, anggrek atau lili, begitu juga sebaliknya. Tak terpikir melati berkeinginan menjadi merah, atau kuning, karena ia tahu semua fungsinya sebagai putih. Pada matahari ia memohon, tetap berkunjung di setiap pagi mencurahkan sinarnya yang menghangatkan. Agar hangatnya membaluri setiap sel tubuh yang telah beku oleh pekatnya malam. Sinarnya yang menceriakan, bias hangatnya yang memecah kebekuan, seolah membuat melati merekah dan segar di setiap pagi. Terpaan sinar mentari, memantulkan cahaya kehidupan yang penuh gairah, pertanda melati siap mengarungi hidup, setidaknya untuk satu hari ini hingga menunggu mentari esok kembali bertandang. Pada alam ia berbagi, menebar aroma semerbak mewangi nan menyejukkan setiap jiwa yang bersamanya. Indah menghiasharumi semua taman yang disinggahinya, melati tak pernah terlupakan untuk disertakan. Atas nama cinta dan keridhoan Pemiliknya, ia senantiasa berharap tumbuhnya tunas-tunas melati baru, agar kelak meneruskan perannya sebagai bunga yang putih. Yang tetap berseri disemua suasana alam. Dan pada akhirnya, pada Sang Pemilik Alam ia meminta, agar dibimbing dan dilindungi selama ia diberikan kesempatan untuk melakoni setiap perannya. Agar dalam berperan menjadi putih, tetap diteguhkan pada warna aslinya, tidak membiarkan apapun merubah warnanya hingga masanya mempertanggungjawabkan semua waktu, peran, tugas dan tanggungjawabnya. Jika pada masanya ia harus jatuh, luruh ke tanah, ia tetap sebagai melati, seputih melati. Dan orang memandangnya juga seperti melati.
Dan kepada melatiku, tetaplah menjadi melati di tamanku. Karena, aku akan menjadi angin, menjadi hujan, menjadi tangkai, menjadi matahari, menjadi daun dan alam semesta. Tetapi takkan pernah menjadi debu atau unggas yg hanya merusak keindahannya,lalu meninggalkannya begitu saja.
Aku Akan Bersinar Denganmu Ataupun Tanpamu
Awal Ronald bertemu Fenita, dia sudah langsung jatuh hati padanya. Setelah beberapa waktu, akhirnya Ronald pun berani mengungkapkan isi hatinya kepada wanita pujaannya itu. Dan yang membahagiakan, ternyata Fenita diam-diam juga menyimpan hati kepada Ronald dan akhirnya hubungan mereka pun dimulai.
Hari-hari yang manis telah mereka lalui. Saat Fenita terbaring di rumah sakit, Ronald tidak tidur sedetikpun semalaman menjaganya. Ketika Fenita merasa sedih, kehadiran Ronald selalu membuat Fenita tersenyum dan lupa sejenak akan masalahnya. Saat Fenita kesulitan pun, Ronald seperti Doraemon yang selalu memberikan pertolongan baginya. Padahal, Ronald sendiripun sebenarnya memiliki banyak masalah. Karena dia berasal dari keluarga miskin, berbagai masalah keuangan pun sering ia hadapi. Namun semua itu disembunyikan dari Fenita, karena ia tidak ingin menjadi beban bagi kekasihnya.
Tanpa terasa, hubungan Fenita dan Ronald telah berjalan 3 tahun. Manis dan pahit sudah mereka hadapi bersama. Semua tampak baik-baik saja hingga akhirnya Fenita melanjutkan kuliahnya di Australia.
Masalah timbul disini. 3 bulan pertama sejak kepindahan Fenita, mereka masih sering berkomunikasi. Namun Ronald mulai merasakan perubahan sikap Fenita. Dia terasa semakin jauh dan jarang menghubungi Ronald. Tapi Ronald tetap berfikiran positif. “Mungkin dia sedang sibuk”. Itu yang selalu menjadi kekuatan Ronald untuk tetap bertahan.
Setelah berminggu-minggu tanpa kabar, Fenita pun menghubungi Ronald.
“Ronald, aku minta maaf. Tapi sepertinya hubungan kita nggak bisa dilanjutin lagi.”
Ronald hening sejenak.
“Kenapa Fenita? Apa yang salah dari diriku? Akan aku perbaiki.”
“Gak ada Ronald, gak ada yang salah dari kamu. Kamu udah baik banget sama aku. Yang salah adalah aku.”
“Kamu nggak ada salah sama aku. Kenapa kamu berfikiran begitu Fen?”
“Sebelumnya aku minta maaf sekali lagi. Tapi aku gak tahan lama-lama memendam ini. Aku disini pacaran sama cowok lain. Dia dari Indonesia juga. Dia baik banget sama aku. Dia yang selalu nemenin aku disini. Dan orangtuanya juga udah setuju kalau aku jadi calon istrinya. Kamu nggak apa-apa dengan semua ini?”
“Fen, aku akan bersinar denganmu ataupun tanpamu. Tapi jika aku bisa memilih, aku ingin bersinar lebih terang bersamamu.”
“Maafin aku gak bisa memenuhi pilihanmu, Ronald. Apa kamu merasa sedih?”
“Aku? Kamu sangat bodoh apabila mengira aku tidak sedih. Tentu yang aku rasakan luar biasa. Tapi aku sedih seperti apapun itu nggak akan mengubah keadaan.”
“Tapi aku nggak mau kamu ngelakuin hal-hal bodoh. Kamu ngerti maksudku kan, Ronald?”
“Fenita, hari ini kamu udah hancurin hatiku, tapi kamu nggak akan bisa menghancurkan mimpi-mimpiku. Aku tetap akan melangkah dengan jalanku yang terbaik.”
Semua orang yang pernah merasakan cinta pasti pernah merasakan patah hati. Ketika cinta yang sudah lama kita pelihara, sudah lama kita jaga, akhirnya pergi begitu saja meninggalkan kita. Awalnya, kita baik-baik saja ketika cinta itu belum menghampiri. Tapi ketika ia datang dan hinggap di hati dan kemudian ia pergi, mengapa seolah-olah ia mengambil jiwa yang ada di dalam tubuh kita?
Sedari awal cinta itu datang, kita harus mempersiapkan diri untuk ikhlas ketika cinta itu pergi. Dan itu tidak berarti kita setengah-setengah dalam mencintai. Tapi alangkah baiknya apabila ikhlas selalu kita sandingkan di awal, tengah dan akhir dari perjuangan.
Harusnya, dirimu tetap akan menjadi dirimu, jiwamu tetap akan berada di jiwamu, siapapun yang ada di sampingmu. Jangan mengeluh dalam kesendirian, karena itu kesempatan besar bagimu untuk menjadi 100% dari dirimu.
Jangan sampai mimpi-mimpimu goyah karena seorang wanita. Jangan sampai mimpi-mimpimu melemah karena seorang pria. Karena suatu saat akan ada seseorang yang hadir dan memperkuat dirimu untuk mimpi-mimpimu.
Masih Setia Menanti
Sesungguhnya aku sadar…….
sesungguhnya aku juga mengerti….
dirimu tak pernah bisa memberikan ketulusan cinta dan hati..
namun masih mengapa bisa aku berharap?
harusnya kusadari
dirimu tlah memilih yang lain yang lebih membuatmu bahagia..
maafkan diriku,yg tak pernah berhenti
untuk slalu menunggu
sejujurnya,hanya cinta yang ku inginkan
suatu saat kan jadi kenyataan
izinkan diriku,untuk slalu bersamamu
bila engkau berada,,,
sampai kapan pun ku akan slalu setia menanti dirimu…
aku disini untukmu,,,,masih setia menanti,,,
3 Hari Dalam Hidup
Hari kemarin.
Kita tak bisa mengubah apa pun yang telah terjadi.
Kita tak bisa menarik perkataan yang telah terucapkan.
Kita tak mungkin lagi menghapus kesalahan dan mengulangi kegembiraan yang Kita rasakan kemarin.
Jangan jadikan beban dan penyesalan,Biarkan hari kemarin lewat dan beristirahat dengan tenang,
lepaskan saja…
Hari ini.
Yang terjadi kemarin kini telah usai,,
sedang masa depan masihlah misteri,,
Pusatkan saja diri Kita untuk hadapi hari ini.
Kita dapat mengerjakan lebih banyak hal hari ini
bila Kita mampu memaafkan hari kemarin dan melepaskan ketakutan akan esok hari yang masih menjadi misteri.
Hiduplah hari ini,jangan terjebak dalam masa lalu,ataupun ambisi esok hari.
Hiduplah apa adanya. Karena yang ada hanyalah hari ini, hari ini yang abadi,namun jangan menyerah akan impian dan cita cita ,
Perlakukan setiap orang dengan kebaikan hati dan rasa hormat, meski mereka berlaku buruk pada Kita.
Cintailah seseorang sepenuh hati hari ini, karena mungkin besok cerita sudah berganti.
Jangan sampai kan ada sesal di kemudian hari,saat semua tak kan kembali.
Ingatlah bahwa Kita menunjukkan penghargaan pada orang lain bukan karena siapa mereka, tetapi karena siapakah diri Kita sendiri.
Hari esok.
Sampai mentari esok hari Menyinari Bumi,
Esok hari masihlah Misteri Illahi,
Kita tak tahu apa yang akan terjadi.
Kita tak bisa melakukan apa-apa esok hari
Kita tak mungkin sedih atau ceria di esok hari.
Esok hari belum tiba; toh belum tentu esok hari Kita merengkuhnya
Jadi,,biarkan saja…
jangan biarkan masa lalu mengekangmu atau masa depan membuatmu
bingung, lakukan yang terbaik HARI INI dan lakukan sekarang juga.



